Terpilih menjadi bupati sejak 2021 hingga 2026, Lanosin Hamzah telah memimpin dengan teladan. Meskipun memiliki aset yang signifikan, ia juga mengakui hutangnya yang mencapai Rp 222.222.220 dalam LHKPN.
Hal ini menunjukkan bahwa ia bertanggung jawab secara finansial dan jujur dalam pelaporan kekayaan. Lanosin Hamzah mengingatkan kita bahwa integritas adalah inti dari kepemimpinan yang efektif.
3. Ratna Machmud: Bupati Musi Rawas
Ratna Machmud adalah satu-satunya kepala daerah perempuan di Sumatera Selatan yang berada di urutan ketiga dalam daftar kepala daerah termiskin ini.
Sejak 2021 hingga 2026, ia telah memimpin Kabupaten Musi Rawas dengan penuh dedikasi. Dalam LHKPN, Ratna Machmud melaporkan harta kekayaannya senilai Rp 1.450.166.371, yang sebagian besar berasal dari dua bidang tanah dan bangunan di Kota Jakarta Selatan dan Kota Palembang.
Yang menarik adalah bahwa ia dengan jujur mengakui hutangnya sebesar Rp 400 juta. Ini menunjukkan keterbukaan dan integritasnya sebagai pemimpin.
Ratna Machmud adalah contoh nyata bahwa kepemimpinan perempuan dapat menjadi kekuatan positif dalam pemerintahan daerah.
BACA JUGA:Kemungkinan Ada Hujan di Bagian Hulu, Debit Air Sungai Musi di Kecamatan Sanga Desa Naik
Ketiganya, Teddy Meilwansyah, Lanosin Hamzah, dan Ratna Machmud, adalah bukti bahwa kepemimpinan yang kuat tidak hanya tergantung pada kekayaan materi, tetapi juga pada kekayaan hati dan integritas.