Proyek pembangunan tol Bayung Lencir Tempini senilai Rp 2,76 triliun.
BACA JUGA:Menurunkan Kolesterol dengan Rutin Jalan Kaki, Yuk Mulai Sekarang!
BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Tertinggi di Sumatera
Dimana Penandatanganan kontrak proyek ini sudah dilakukan pada tanggal 17 Mei 2023 lalu.
Dengan skema Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Wijaya Karya (Persero), Tbk PT Brantas Abipraya (Persero) dengan porsi masing-masing yakni Hutama Karya (60%), Wijaya Karya (25%) dan Brantas Abipraya (15%).
Pembangunan proyek ini mencakup berbagai pekerjaan penting, termasuk konstruksi jalan tol sepanjang 14,69 km, metode kerja pile slab sepanjang 0,615 km, overpass sepanjang 0,313 km dan underpass sepanjang 93 meter.
“Proses pembebasan lahan di Proyek Pembangunan Jalan Tol Bayung Lencir – Tempino Seksi 3 ini cukup berjalan dengan lancar sehingga progres pembangunannya saat ini terus berjalan," terangnya.
BACA JUGA:Sembako Murah di Kecamatan Lais Diserbu Warga
BACA JUGA:Rekomendasi Blender Plastik Terbaik untuk Kebutuhan Sehari-Hari
"Hutama Karya berkomitmen akan menyelesaikan proyek ini sesuai dengan target yang telah ditentukan,” jelasnya.
Tol ini juga berada diwilayah Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.
PJ Bupati Muba Apriyadi beberapa waktu lalu meninjau langsung progres pembangunan ruas utama tol trans sumatera tersebut.
"Kalau lihat progres nya saya yakin ini akan selesai tepat waktu, apalagi warga setempat sangat mendukung pembangunan jalan tol ini," ungkapnya.
BACA JUGA:SMP N 1 Sungai Lilin Sukses Gelar Kompetisi Sportif, Dalam Rangka Dies Natalis Ke-40
BACA JUGA:Antu Banyu Mitos Makhluk Misterius di Sungai Musi, Kemunculannya Pertanda Bakal Terjadi Hal Ini
Pj Bupati mengatakan, pengerjaan Tol Baleno juga tidak dihadapkan dengan permasalahan, dukungan yang maksimal dari masyarakat setempat juga membuat petugas di lapangan dapat bekerja maksimal.