Padahal, protein termasuk sebagai nutrisi penting dalam membentuk antibodi untuk melawan infeksi. Oleh sebab itu, kamu perlu mencukupi kebutuhan protein harian untuk mencegah infeksi.
3. Pembengkakan
BACA JUGA:Jelang Akhir Tahun, Harga Bawang di Sanga Desa Masih Stabil
BACA JUGA:Siap-Siap, Jetour Bakal Boyong 2 Mobil SUV ke Indonesia Tahun Depan
Tanda tubuh kekurangan protein lainnya adalah terjadi pembengkakan di beberapa bagian, seperti tungkai, tangan, telapak kaki, dan perut. Kondisi ini biasa disebut dengan edema.
Pada dasarnya, jenis protein albumin yang beredar dalam darah berperan dalam mencegah penumpukan cairan di jaringan tubuh. Nah, ketika kadarnya dalam tubuh tidak cukup, maka berisiko terjadi pembengkakan.
4. Suasana Hati Mudah Berubah
Ciri-ciri tubuh kekurangan protein selanjutnya adalah suasana hati mudah berubah. Pada dasarnya, otak memerlukan neurotransmitter atau sejenis zat kimia untuk mengirimkan informasi antarsel.
BACA JUGA:Tips Memutihkan Gigi Kuning Secara Alami
BACA JUGA:Ratusan KPM PKH Bailangu Antusias Ikuti Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga
Berdasarkan situs WebMD, neurotransmitter tersebut tersusun atas bahan dasar dari protein, yakni asam amino. Jadi, ketika asupan protein harianmu berkurang, maka kadar neurotransmitter juga menurun. Hal ini akan berdampak terhadap kinerja otak, termasuk pengaturan suasana hati.
5. Timbul Masalah Kulit, Rambut, dan Kuku
Ciri-ciri kekurangan protein yang terakhir adalah munculnya masalah kulit, rambut, dan kuku. Hal ini terjadi ketika kandungan elastin, kolagen, dan keratin dari protein dalam tubuh tidak cukup untuk menjaga kesehatan rambut, kuku, serta kulit.
Akibat dari masalah tersebut adalah terjadi kerontokan rambut atau mulai menipis, kuku jari bergerigi dalam, serta kulit bersisik atau kering. Jika masalah ini muncul, sebaiknya lekas berkonsultasi kepada dokter terkait penanganannya.
BACA JUGA:Segini Angka Harian Rata-Rata Kendaraan di Jalan Tol Bayung Lencir Tempino
BACA JUGA:Mudahnya Bayar Obat di Instalasi Farmasi Dengan BRImo