Minim adaptasi digital, sebagian besar UMKM belum siap bersaing di era baru karena keterbatasan modal dan rendahnya literasi teknologi.
BACA JUGA:Keluarga Besar Dinsos Muba Sambut Hangat Kunjungan Wakil Bupati Kyai Abdur Rohman Husen
BACA JUGA:Viral! Siswi SMP di Muratara Jadi Korban Perundungan, Polisi dan Sekolah Turun Tangan
Pemerintah daerah dan pelaku usaha perlu berkolaborasi agar pembangunan tol tidak hanya menguntungkan segelintir pihak. Beberapa langkah strategis dapat ditempuh:
Pemerataan infrastruktur penghubung, agar pelaku usaha di wilayah pedalaman tetap terhubung dengan jalur ekonomi utama.
Pendampingan dan pelatihan UMKM, termasuk program digitalisasi, bimbingan usaha, dan bantuan permodalan.
Transformasi ke ekonomi digital, dengan mendorong UMKM memanfaatkan e-commerce dan media sosial untuk memperluas pasar.
BACA JUGA:Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Gubernur Herman Deru Tinjau Langsung Sumur Minyak Rakyat di Muba
BACA JUGA:Sekda Apriyadi Tinjau Kesiapan Venue Porprov Sumsel XV di Muba Fokus pada Kebersihan, Parkir
Penataan zonasi UMKM di sekitar pintu tol, sehingga pelaku lokal mendapat ruang tumbuh tanpa kalah bersaing dengan perusahaan besar.
Pembangunan Tol Sumsel sejatinya membuka gerbang baru bagi kemajuan ekonomi daerah. Namun, tanpa kesiapan adaptasi dan dukungan berkelanjutan, sebagian UMKM bisa tersapu arus modernisasi.
Jalan tol hanyalah alat menuju kemajuan. Yang menentukan manfaatnya bukan panjang jalannya, melainkan bagaimana masyarakat dan pemerintah memanfaatkannya untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan.