HARIANMUBA.DISWAY.ID, – Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) terus menunjukkan akselerasi signifikan dan menjadi tulang punggung konektivitas darat di Pulau Sumatera.
Hingga akhir 2025, total panjang tol yang telah beroperasi dan masih dalam tahap konstruksi mencapai sekitar 1.235 kilometer, menghubungkan wilayah strategis dari Lampung hingga Aceh.
Capaian ini menandai lebih dari separuh target koridor utama JTTS yang dirancang membentang dari Banda Aceh sampai Lampung dengan total panjang diperkirakan mencapai sekitar 2.048 kilometer.
Pemerintah terus memprioritaskan sejumlah ruas penting guna mempercepat integrasi ekonomi antarprovinsi.
BACA JUGA:Muba Cetak Sejarah Turun ke Satu Digit, Sinergi Daerah Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan Sumsel
BACA JUGA:Tol Jambi–Rengat Disiapkan Jadi Penghubung Strategis Sumatra Tengah, DPR RI Dorong Percepatan Lahan
Di wilayah Sumatera Selatan, jaringan tol berkembang pesat dengan hadirnya ruas Bakauheni–Terbanggi Besar, Terbanggi Besar–Kayu Agung, Kayu Agung–Palembang–Betung, Palembang–Indralaya, hingga Indralaya–Prabumulih.
Selain itu, pembangunan ruas baru Seksi 3 Bayung Lencir–Tempino juga menjadi bagian penting penghubung Sumsel dan Jambi.
Sementara itu, Sumatera Utara menjadi salah satu provinsi dengan kontribusi panjang tol terbesar.
Sejumlah ruas strategis seperti Medan–Binjai, Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi, Indrapura–Kisaran.
BACA JUGA:Perkuat Kekompakan Wilayah, Kapolres Muba Sambangi Koramil Sungai Lilin Usai Kunjungan ke Polsek
BACA JUGA:Air Sungai Terus Naik, Puluhan Rumah di Sembatu Jaya Musi Rawas Terendam Banjir
Serta Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Sinaksak kini memperkuat akses logistik dan industri di kawasan tersebut.
Di Riau, tol Pekanbaru–Dumai dan Pekanbaru–Bangkinang mempercepat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pergerakan ekonomi dan distribusi barang.
Sedangkan di Aceh, pembangunan Tol Sigli–Banda Aceh terus berlanjut, khususnya pada seksi 2 hingga 6 yang menjadi penghubung vital di ujung utara Sumatera.