Namun justru jalur inilah yang menjadi tulang punggung distribusi logistik menuju ibu kota provinsi.
BACA JUGA:Hyundai Santa FE XRT Resmi Hadir di IIMS 2026, SUV Premium untuk Gaya Hidup Urban dan Petualangan
BACA JUGA:Perbaikan Besi, Hanya Satu Jembatan Sungai Lilin yang Dibuka
Di sisi barat, Tol Lubuklinggau–Curup–Bengkulu dirancang menembus kawasan pegunungan.
Ruas ini diharapkan menjadi jalur strategis bagi distribusi komoditas unggulan seperti kopi, sekaligus membuka akses wisata lintas provinsi.
Pemerintah menilai percepatan empat tol ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang.
Dengan tol, waktu tempuh antarwilayah yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari, dipangkas menjadi hitungan jam. Dampaknya, biaya logistik menurun dan daya saing daerah meningkat.
BACA JUGA:DPR RI Dorong Tol Jambi–Rengat Jadi Pengungkit Ekonomi, Target Konstruksi Dimulai 2026
BACA JUGA:Dorong Literasi Berdampak Nyata, Sumsel Perkuat Kolaborasi dengan Perpusnas RI
Keempat tol tersebut juga akan menghubungkan Sumsel dengan provinsi tetangga seperti Lampung, Jambi, dan Bengkulu, menjadikan Sumsel sebagai simpul penting distribusi barang dan jasa di Sumatra bagian selatan.
Dengan strategi “satu visi, empat koridor”, Sumatera Selatan diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat distribusi dan ekonomi baru di Sumatra, sekaligus memperkuat perannya dalam jaringan logistik nasional.