HARIANMUBA.DISWAY.ID– Sumatera Selatan (Sumsel) tak ingin lagi sekadar menjadi wilayah lintasan di Pulau Sumatera.
Dengan capaian pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera pada triwulan II 2025, provinsi ini memantapkan langkah menjadi pusat distribusi dan motor penggerak ekonomi 10 provinsi di pulau tersebut.
Strateginya jelas: mempercepat penyelesaian empat ruas tol prioritas yang diproyeksikan mengubah peta konektivitas regional dan menekan biaya logistik secara signifikan.
Sepuluh provinsi yang masuk dalam orbit konektivitas ini meliputi Lampung, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga Aceh.
BACA JUGA:Dorong Kredit Produktif dan UMKM, Bupati Muba Hadiri RUPS Bank Sumsel Babel 2026
BACA JUGA:Camat Sungai Lilin Kunjungi Desa Linggosari, Dorong Penguatan Posyandu dan Potensi Desa
Dalam waktu dekat, koneksi langsung Sumsel–Jambi melalui tol ditargetkan tersambung pada pertengahan 2026, menyusul konektivitas Sumsel–Lampung yang sudah lebih dulu terhubung sejak 2020.
Berikut empat proyek tol yang diproyeksikan menjadi tulang punggung transformasi ekonomi Sumsel:
1. Tol Kayu Agung–Palembang–Betung
Ruas ini menjadi jalur vital menuju Palembang sekaligus bagian dari Tol Trans Sumatera.
BACA JUGA:Tol Trans Sumatera Kemungkinan Tersambung Penuh 2031, Ini Empat Ruas Kunci Penghubung Lampung–Medan
BACA JUGA:Audit Belanja 2025 Rampung, Pemkab Muba Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK Sumsel
Kehadirannya memangkas waktu tempuh dan mempercepat distribusi barang kebutuhan pokok ke ibu kota provinsi. Selain logistik, akses wisata ke ikon seperti Jembatan Ampera dan Sungai Musi juga semakin mudah.
2. Tol Betung–Tempino–Jambi
Tol ini menjadi kunci integrasi ekonomi Sumsel dan Jambi.