HARIANMUBA.DISWAY.ID,- Dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan, hanya lima daerah yang benar-benar “ditembus” jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Namun di antara kelimanya, satu kota menonjol paling strategis karena menjadi simpul tiga ruas utama tol sekaligus: Palembang.
Sejak ruas tol pertama beroperasi pada 2017, wajah Palembang berubah drastis. Kota tertua di Indonesia ini kini menjelma sebagai episentrum konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Sumsel.
Lima wilayah di Sumsel yang menikmati akses langsung JTTS meliputi:
Indralaya (Kabupaten Ogan Ilir)
Kayu Agung (Kabupaten Ogan Komering Ilir)
Prabumulih
Pangkalan Balai (Kabupaten Banyuasin)
Palembang
BACA JUGA:Seleksi Sekda Muba Masuk Tahap Krusial, Enam Pejabat Ikuti Assessment Center di Polda Sumsel
Keempat daerah selain Palembang memang diuntungkan karena akses tol mempercepat mobilitas orang dan barang.
Namun Palembang berada di posisi berbeda: kota ini menjadi titik temu tiga jalur utama.
Pertama, Palembang terhubung dengan ruas Bakauheni–Terbanggi Besar–Kayuagung hingga Kramasan yang mengoneksikan Lampung dan Sumsel.
Kedua, jalur Kramasan–Pangkalan Balai–Betung membuka akses menuju Jambi. Bahkan pengerjaan lanjutan Betung–Tempino terus memperkuat koridor lintas provinsi ini.