Impian Sopir Lintas Sumatera, Aceh–Jakarta Cukup Sehari Jika Tol Trans Sumatera Tersambung

Senin 23-02-2026,04:51 WIB
Reporter : Dodi
Editor : Dodi

HARIANMUBA.DISWAY.ID – Bagi para sopir lintas Sumatera, perjalanan dari Banda Aceh menuju Jakarta bukan sekadar rutinitas, melainkan perjuangan panjang yang bisa menghabiskan waktu hingga empat hari di jalan.

Namun harapan baru kini muncul seiring penyambungan penuh Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). 

Jika seluruh jalur utama rampung, waktu tempuh Aceh–Jakarta diperkirakan bisa dipangkas menjadi sekitar 24 hingga 30 jam.

Selama ini, perjalanan darat tanpa tol penuh memakan waktu 70–80 jam. 

BACA JUGA:Tabungan Seribu Dua Ribu untuk Umrah, Warga Asal Musi Rawas Diduga Jadi Korban Travel, Sempat Terlantar di Jak

BACA JUGA:Moto G 87 Resmi Meluncur, Motorola Tantang Tren Smartphone Seragam dengan Desain Vegan Leather dan Android Mur

Sopir harus menghadapi jalan nasional yang padat, antrean panjang, hingga kondisi fisik yang terkuras.

Dengan backbone tol sepanjang kurang lebih 2.818 kilometer dari Banda Aceh hingga Bakauheni, kendaraan yang melaju rata-rata 80–100 km/jam berpotensi menembus Pulau Sumatera dalam waktu kurang dari 24 jam.

“Kalau bisa sehari sampai Jakarta, itu luar biasa. Hemat tenaga, hemat biaya, dan barang lebih cepat tiba,” ungkap salah seorang pengemudi truk lintas provinsi yang rutin membawa logistik dari Sumatera ke Pulau Jawa.

Setelah tiba di Bakauheni, perjalanan dilanjutkan menyeberangi Selat Sunda menuju Merak dengan kapal ferry eksekutif, yang diperkirakan memakan waktu sekitar 1–1,5 jam.

BACA JUGA:Bukan Sekadar Irit, Mitsubishi Xpander Hybrid Tawarkan Sensasi Berkendara Lebih Senyap dan Canggih

BACA JUGA:Operasi Pekat Musi 2026: Polres Muba Ringkus 2 Pengedar, Sabu Puluhan Paket Disita dari Rumah dan Warung Nasi

Dari Merak, kendaraan melanjutkan perjalanan melalui Tol Tangerang–Merak menuju Jakarta dengan estimasi waktu 1,5–2 jam, tergantung kondisi lalu lintas.

Secara hitungan bersih, total perjalanan Banda Aceh–Jakarta bisa berada di rentang 24–30 jam. Meski begitu, waktu riil tetap bergantung pada frekuensi istirahat di rest area, antrean pelabuhan, serta stamina pengemudi.

Bagi pelaku usaha, percepatan waktu tempuh berarti distribusi barang menjadi lebih efisien. Biaya operasional kendaraan bisa ditekan, risiko kerusakan barang berkurang, dan perputaran ekonomi semakin cepat.

Kategori :