Waspada Uang Palsu Saat Lebaran 2026, Warga Palembang Mengaku Dapat Uang Mainan dari ATM

Jumat 27-03-2026,12:45 WIB
Reporter : Dodi
Editor : Dodi

Ia bahkan meminta pihak bank untuk memeriksa rekaman CCTV sebagai bukti bahwa uang tersebut langsung diambil dari mesin ATM tanpa sempat berpindah tangan.

Sementara itu, Bank Indonesia memastikan bahwa peredaran uang palsu secara nasional, termasuk di Sumatera Selatan, relatif kecil dan terus menurun.

BACA JUGA:Halal Bihalal Kominfo Muba: Momentum Perkuat Silaturahmi dan Tingkatkan Kinerja Pasca-Lebaran

BACA JUGA:Anev Santai, Kinerja Diperkuat, Kapolda Sumsel Jadikan Coffee Morning Forum Strategis Pembenahan Internal

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Aries Permadi, menyebut penurunan ini dipengaruhi oleh semakin luasnya penggunaan sistem pembayaran digital.

“Digitalisasi seperti QRIS membantu menekan penggunaan uang tunai, sehingga peluang peredaran uang palsu juga semakin kecil,” ujarnya.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk waspada, terutama saat melakukan transaksi tunai dalam jumlah besar. Jika menemukan uang yang diragukan keasliannya, warga diminta segera melapor ke Bank Indonesia.

Bank Indonesia juga menegaskan bahwa uang palsu yang dilaporkan akan ditarik tanpa sanksi bagi pelapor, namun tidak ada penggantian terhadap uang tersebut.

BACA JUGA:Usai Lebaran, Pedagang Mainan 'Bangkit' di Tengah Ramainya Pesta Hajatan Warga

BACA JUGA:Diskon Tol 30 Persen Jadi Momentum Pemudik Atur Waktu Arus Balik Lebaran 2026

Sebagai langkah pencegahan, Bank Indonesia terus mengedepankan tiga strategi utama, yakni pendekatan pre-emptive (edukasi), preventif (pengamanan), dan represif (penindakan hukum).

Momentum Lebaran yang identik dengan tingginya perputaran uang menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih teliti, khususnya saat menerima uang tunai, agar tidak menjadi korban peredaran uang palsu.

Kategori :