Petani di Lampung Tewas Diserang Gajah Liar

Prosesi pemakaman korban serangan gajah liar dari Taman Nasional Way Kambas, Jumat 11 November 2022. FOTO ISTIMEWA ----
Namun, beberapa saat kemudian, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka di sekujur tubuhnya yang diduga akibat serangan gajah liar. Warga kemudian mengevakuasi tubuh korban ke rumah duka.
BACA JUGA:Nilai Pentingnya Arsip Sejarah Sebagai Warisan Generasi Penerus
Terkait konflik gajah dan manusia, empat mahout diturunkan untuk memimpin penggiringan kawanan gajah liar yang saat ini memasuki wilayah Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh, Lampung Barat.
Kemunculan kawanan hewan berbelalai itu menyebabkan kerusakan, khususnya tanaman milik masyarakat.
Menurut Kepala Bidang TNBBS Wilayah II Liwa Amri melalui Kepala TNBBS Resort Suoh Sulki, penggiringan akan dimulai Jumat 11 November 2022.
Kegiatan ini melibatkan mitra TNBBS dan sejumlah pihak. Termasuk satuan tugas dari sejumlah pekon yang akan diikutsertakan dalam proses penggiringan gajah.
”Balai Besar menugaskan empat mahout dari Pemerihan," kata Sulki.
Sebelum penggiringan ke kawasan TNBBS, akan dibahas skenario bersama pihak-pihak terkait.
Sulki berharap penggiringan akan menjauhkan kawanan gajah serta tidak kembali ke pemukiman dan perkebunan.
“Jadi seperti apa penggiringannya, akan dibahas oleh tim. Banyak yang kami libatkan dalam penggiringan ini. Termasuk satgas pekon," ujarnya.
BACA JUGA:Bandar Arisan Online Diamankan, Tipu 192 Nasabah, Terancam 4 Tahun Penjara
Dilanjutkan, mahout juga bisa memberikan pelatihan, bagaimana menghadapi satwa dilindungi tersebut.
Dari data yang dihimpun, Sulki menyatakan, selama kawanan gajah memasuki wilayah Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh, ada beberapa kebun yang tanamannya dirusak dan dimakan.
”Tentunya kami akan terus berupaya bagaimana kawanan gajah ini tidak kembali lagi masuk perkebunan dan mendekati pemukiman penduduk, sehingga menimbulkan kerugian di masyarakat," tandasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: gajah liar