Dihadapan KASAD Dudung, Gubernur Herman Deru Paparkan Upaya Pencegahan Karhutla di Sumsel

Dihadapan KASAD Dudung, Gubernur Herman Deru Paparkan Upaya Pencegahan Karhutla di Sumsel

Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman bersama Gubernur Sumsel H Herman Deru menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)  Tahun 2023. --

Diakui Herman Deru, peranan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli dengan permasalahan lingkungan merupakan bagian penting dalam pengendalian karhutla.

Dengan lebih memasifkan edukasi kepada masyarakat, penguatan keterampilan bagi para relawan pemadaman kebakaran, serta penyaluran bantuan sarana dan prasarana pemadaman.

 BACA JUGA:Terminal Randik Sekayu Berubah Fungsi, Jadi Arena Pasar Malam, Diduga Tak Kantongi Izin

BACA JUGA:Cara Praktis Mengisi Dompet Digital Anda, Cukup 7 Langkah Saldo DANA Auto Penuh

“Melalui Rakor ini, Saya yakin Jenderal akan memberi terobosan, untuk mereduksi asap  akibat Karhutla ini,” harapnya.

Sementara itu Danrem 044/Gapo Brigjen TNI M. Naudi Nurdika, S.I.P., M.Si., M.Tr (Han), dalam paparanya menyampaikan potensi terjadinya kebakaran lahan gambut di wilayah Provinsi Sumsel cukup tinggi.

Mengingat luasnya lahan gambut mencapai 1.270.421 hektar yang  yang tersebar dibeberapa Kabupaten meliputi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin, Banyuasin, Muara Enim, Pali, Musi Rawas, dan Kabupaten Musi Rawas Utara. 

 “Adapun strategi  penanggulangan karhutla melalui  mitigasi dan pencegahan, diantaranya bloking canal, sumur bor, embung, desa tangkal, patroli darat dan udara, sosialisasi penyuluhan dan himbauan mengenai karhutlah, protap bersama, dan peta potensi bencana,” paparanya.

 BACA JUGA:Diduga Kurang Sosialisasi, Operasi Bibir Sumbing Gratis di RSUD Sekayu Banyak Tidak Diketahui Masyarakat

BACA JUGA:Musim Kemarau, Petani Karet Galau, Produksi Getah Menurun

Danrem menambahkan yang manjadi permasalahan  di lapangan  saat  pemadaman  karhutla adalah lokasi kebakaran sulit dijangkau  oleh  petugas pemadaman,  ditambah lagi karakteristik lahan gambut yang sulit dipadamkan.  

“Berkat  kerja keras semua pihak Karhutla di wilayah Provinsi Sumsel masih dapat dikendalikan  dengan  mengoptimalkan pemadaman dari udara (water bombing).,” tandasnya.

Rakor ini para Forkopimda Sumsel masing-masing Ketua DPRD Provinsi Sumsel Hj. RA Anita Noeringhati, S.H.,M.H.

Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI  Yanuar Adil, Kapolda Provinsi Sumsel Irjen. Pol. Albertus Rachmad Wibowo, S.I.K., M.I.K, Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang. Kolonel Pnb Sigit Gatot Prasetyo, M.M.O.A.S.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: