Inilah Tata Cara Niat Puasa Ramadan yang Benar Sesuai Praktik Nabi Muhammad SAW

Inilah Tata Cara Niat Puasa Ramadan yang Benar Sesuai Praktik Nabi Muhammad SAW

Ilustrasi--

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

"Sesungguhnya setiap amal itu tergantung dari niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Niat puasa ini harus dilakukan untuk membedakan dengan menahan lapar biasa. Menahan lapar bisa jadi hanya sekedar kebiasaan atau dalam rangka diet sehingga harus dibedakan dengan puasa yang merupakan ibadah.

BACA JUGA:Tips Merawat Rambut Keriting agar Sehat dan Berkilau

BACA JUGA:HP Android Kamu Makin Lambat Kinerjanya, Berikut Langkah Untuk Mengatasinya

Namun, para pembaca sekalian perlu ketahui bahwasanya niat tersebut bukanlah diucapkan (dilafazkan). Karena yang dimaksud niat adalah maksud untuk melakukan sesuatu dan tempatnya dalam hati.

Dan tatkala seseorang telah sahur di pagi hari pasti dia sudah berniat dalam hati. Tidak mungkin seseorang makan sahur, kemudian dia tidak memiliki niat sama sekali. Ini mustahil! Sehingga para ulama mengatakan,

لَوْ كَلَّفَنَا اللهُ عَمَلاً بِلَا نِيَّةٍ لَكَانَ مِنْ تَكْلِيْفِ مَا لَا يُطَاقُ

"Seandainya Allah membebani kita suatu amalan tanpa niat, niscaya ini adalah pembebanan yang sulit dilakukan.” (Lihat Al Fawa’id Dzahabiyyah, hal.12).

BACA JUGA:Apa Hukumnya Membatalkan Puasa? Begini Penjelasannya

BACA JUGA:Sering Dibuat Menu Berbuka Puasa, Kolang Kaling Ternyata Punya Manfaat Luar Biasa untuk Kesehatan

Jika kita memperhatikan lafaz niat puasa Ramadhan yang diucapkan orang-orang selama ini yaitu ‘nawaitu shouma ghodin an ada’i …‘ yang biasanya diucapkan bareng-bareng ketika selesai menunaikan shalat tarawih, tidak memiliki landasan dalil dari Al Qur’an dan Hadits sama sekali. 

Orang yang menganjurkan lafaz tersebut pada buku-buku panduan ibadah yang tersebar di tengah orang awam pun tidak dapat menunjukkan dalilnya. Mereka tidak memberikan catatan bahwa lafaz niat ini adalah riwayat Bukhari, Muslim, dsb.

Maka inilah yang menjadi dalil bagi kami bahwa niat tidaklah diucapkan, cukup dalam hati dan tidak ada lafaz-lafaz tertentu. Semoga Allah merahmati Imam Nawawi rahimahullah -ulama besar dalam Madzhab Syafi’i- yang mengatakan,

BACA JUGA:Kabar Gembira, Tol Dalam Kota Bandung Akan Dilanjutkan, Begini Rutenya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: