Ini Salah Satu Tradisi Masih Terawat di Sanga Desa Momen Lebaran Idul Fitri

Ini Salah Satu Tradisi Masih Terawat di Sanga Desa Momen Lebaran Idul Fitri

Tradisi di Kelurahan Ngulak 1--

HARIANMUBA.COM,- Ini Salah Satu Tradisi Masih Terawat di Sanga Desa Momen Lebaran Idul Fitri.

Beragam tradisi unik menghiasi momen hari raya di Masjid Agung Nurul Iman Pangeran H Anang Kelurahan NgulakKecamatan Sanga Desa setiap tahunnya, salahsatunya yakni tradisi Sen Selawat (uang solawat, red).

Sen Selawat sendiri merupakan tradisi infaq uang oleh masyarakat Ngulak pada saat hari raya baik itu Idul Fitri maupun Idul Adha. 

Berbeda dengan Infaq hari biasa yang lazimnya hanya dimasukkan pada kotak amal, pada saat memberikan uang infaq hari raya ini.

BACA JUGA:Sebuah Mobil Kijang Terbakar di Tol Terpeka, Begini Nasib Penumpangnya

BACA JUGA:Amankan Arus Balik di Jalintim Palembang - Jambi, Sebanyak 676 Personil Kepolisian Diterjunkan

Masyarakat sebagai pemberi infaq dan petugas penerima Infaq akan sama-sama membaca sholawat kepada Nabi Muhammad Saw.

Hal ini lah yang kemudian menjadikan kegiatan tersebut dinamakan sebagai memberikan Uang Solawat atau dalam bahasa daerahnya Sen Selawat. 

Ketua Pemangku Adat Kecamatan Sanga Desa H Kunci Bustam (70) saat dibincangi mengatakan bahwa tradisi Sen Selawat ini sudah ada sejak zaman dahulu.

"Seingat saya tradisi ini sudah ada sejak dahulu sekali. Tidak bisa dipastikan kapan pertama kali tradisi ini dimulai," katanya.

BACA JUGA:Tragis, Ibu Anak di Palembang Jadi Korban Kebakaran, Sang Ibu Meninggal Akibat Kebanyakan Terhirup Asap

BACA JUGA:Perlu Diketahui, Ini Beberapa Makanan untuk Kesehatan Hati

Menurut H kunci tradisi Sen Selawat ini sangat berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat Ngulak. 

Dimana masyarakat berkeyakinan bahwa jika berinfaq pada hari raya, dengan meniatkan infaq tersebut kepada keluarga yang sudah meninggal maka pahalanya akan benar-benar sampai kepada yang bersangkutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: