Krisis di Sriwijaya FC: Pemain Mogok Tanding, Hak Belum Terpenuhi

Surat pernyataan 27 pemain Sriwijaya FC--
HARIANMUBA.COM- Situasi genting melanda Sriwijaya FC jelang laga kontra PSPS Pekanbaru di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, Sabtu 14 Desember 2024.
Sebanyak 27 pemain yang tersisa memilih mogok bertanding hingga hak mereka yang tertunda selama berbulan-bulan dipenuhi.
Pernyataan tegas ini disampaikan dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh seluruh pemain, menggambarkan ketidakpuasan atas manajemen klub.
Meski demikian, para pemain tetap menunjukkan profesionalisme dengan menjalani sesi latihan di Lapangan Jasdam Sukarami, Palembang, pada Senin 9 Desember 2024.
BACA JUGA:Kejari Muba Berhasil Kembalikan Kerugian Negara Sebesar Rp 3,7 Miliar
Namun, beberapa pemain telah memutuskan hengkang, seperti Chencho Gyeltshen yang pindah ke PSKC Cimahi dan Ade Suryana yang merapat ke Dejan FC. Keduanya meninggalkan klub akibat ketidakpastian pembayaran hak mereka.
Pemain asing Sriwijaya FC, Gabriel Silva, mengungkapkan kekecewaannya melalui unggahan di Instagram, menyerukan motivasi dan semangat di tengah krisis.
“Sangat mudah menyalahkan orang yang bekerja keras setiap hari, sementara hak-hak mereka tidak dipenuhi,” tulis Gabriel dalam akun @gabehsilva_13.
Sekretaris tim, Safrizal, juga mengutarakan kesedihannya terkait situasi ini. “Terlalu banyak drama dan sinetron. Nunggu bom waktu be ini,” tulisnya dalam unggahan pribadi.
BACA JUGA:Warga Asal Babat Toman Bikin Ulah, Panjat Tower BTS di Kota Palembang
Krisis ini menambah beban bagi klub kebanggaan Sumatera Selatan yang tengah berjuang di Pegadaian Liga 2 Indonesia.
Dengan mayoritas pemain memilih mogok, laga mendatang menjadi tantangan besar bagi manajemen Sriwijaya FC untuk segera menyelesaikan polemik yang mengancam masa depan klub.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: