Momen Arus Balik, Kendaraan Dari Arah Jakarta Dialihkan ke Ruas Tol Ini, Berikut Jalurnya

Momen Arus Balik, Kendaraan Dari Arah Jakarta Dialihkan ke Ruas Tol Ini, Berikut Jalurnya--
HARIANMUBA.DISWAY.ID,- Lebaran Idul Fitri 1446 H sudah lewat, saat ini pemudik mulai bersiap kembali dari kampung halaman.
Untuk mengantisipasi lonjakan arus balik PT Jasa Marga (Persero) Tbk. bersama pihak kepolisian akan menyiapkan pengalihan lalu lintas arus kendaraan dari Jalan Tol Trans Jawa menuju Jakarta melalui Ruas Tol Cisumdawu, Padaleunyi, dan Cipularang.
Rekayasa ini sebagai bagian dari skenario jika volume arus balik berlangsung sangat padat dan membutuhkan jalur tambahan. Namun, penerapannya akan berdasarkan diskresi (pendapat khusus) dari kepolisian.
Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran arus balik, mengingat Jasa Marga memprediksi puncak kepadatan akan terjadi pada H+5 atau 6 April 2025, dengan jumlah kendaraan menuju Jakarta diperkirakan mencapai 168.529 kendaraan. Angka ini meningkat 3,95% dibandingkan dengan puncak arus balik tahun 2024.
BACA JUGA:Puncak Arus Mudik Lintasi Tol Bayung Lencir Tempino, Peningkatan Capai 96 Persen
BACA JUGA:Rombongan Patwal Bupati Muba Gerak Cepat Selamatkan Korban Lakalantas di Rantau Panjang
Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana menjelaskan, nantinya kendaraan dari arah timur (Trans Jawa) dari Jalan Tol Cipali yang seharusnya masuk ke Jalan Tol Jakarta-Cikampek melewati Gerbang Tol Cikampek Utama akan dialihkan melalui Ruas Tol Cisumdawu, Padaleunyi, Cipularang, dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan.
"Kendaraan yang terdampak pengalihan akan bertransaksi di Gerbang Tol Kalihurip Utama, Gerbang Tol Sadang, atau melanjutkan perjalanan melalui Jalan Tol Fungsional Jakarta-Cikampek II Selatan," jelas Lisye.
Sebagai bentuk apresiasi kepada pengguna jalan yang terkena pengalihan lalu lintas, Jasa Marga akan memberikan insentif berupa pembebasan tarif tol di Ruas Tol Padaleunyi dan Cipularang yang dikelola oleh Jasa Marga Group.
Insentif ini berlaku bagi semua golongan kendaraan dengan seluruh metode pembayaran. Namun berlaku khusus bagi pengguna yang melakukan perjalanan jarak jauh (barrier gate to barrier gate) dari Gerbang Tol Cisumdawu Utama menuju Gerbang Tol Kalihurip Utama sepanjang 150 km, menuju Gerbang Tol Sadang sepanjang 140 km, atau apabila menerus ke fungsional Japek II Selatan (sampai Bojongmangu) sepanjang 171 km.
BACA JUGA:Tol Palembang Betung Akan Digunakan Untuk Arus Balik, Hanya Satu Arah dari Jambi ke Palembang
BACA JUGA:Warga Kota Sekayu Mendadak.Heboh, Pedagang Jamu Ditemukan Meninggal Didalam Rumah
Insentif pembebasan tarif tol ini akan diberlakukan selama periode pengalihan lalu lintas yang diperkirakan akan dilakukan pada H+5 dan H+6 atau pada 6-7 April 2025.
Lisye menyampaikan bahwa kebijakan ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mengurai kepadatan lalu lintas pada puncak arus balik Lebaran 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: