Palembang, Dari Prasasti Abad ke-7 hingga Kota Metropolitan Modern
Palembang, Dari Prasasti Abad ke-7 hingga Kota Metropolitan Modern--
Seiring waktu, Palembang melewati berbagai fase sejarah, mulai dari masa kesultanan, kolonialisme, hingga era kemerdekaan Indonesia. Kini, kota ini menjadi pusat kawasan metropolitan Palembang Raya yang mencakup wilayah sekitar seperti Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ilir.
Perkembangan pesat terlihat sejak awal abad ke-21. Pada 2005, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan Palembang sebagai Kota Wisata Air, memperkuat identitasnya sebagai kota berbasis perairan.
BACA JUGA:Tinjau PT Tirta Sriwijaya Maju, Herman Deru Tegaskan Kualitas Air Bersih Harus Diutamakan
Momentum internasional datang saat Palembang menjadi salah satu tuan rumah Asian Games 2018. Ajang tersebut mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan citra Palembang sebagai kota modern dengan fasilitas kelas dunia.
Kini, Palembang tercatat sebagai kota terbesar kedua di Sumatra setelah Medan. Letaknya yang strategis di jalur Lintas Sumatra serta konektivitas udara yang luas memperkuat perannya sebagai pusat ekonomi, budaya, dan transportasi di kawasan barat Indonesia.
Palembang membuktikan bahwa usia tua bukanlah penghalang untuk terus berkembang. Dari jejak prasasti abad ke-7 hingga gemerlap metropolitan abad ke-21, kota ini berhasil menjaga keseimbangan antara warisan sejarah dan semangat modernisasi.
Di tengah arus globalisasi, Palembang tetap berdiri sebagai kota yang menyimpan masa lalu gemilang sekaligus menatap masa depan dengan optimisme.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: