Lalu file itu kemudian diubah ke format TXT, kemudian dikembalikan ke NOF.
“Keenam tersangka lainnya ini merupakan karyawan dari NOF yang sehari-hari bekerja mengekstrak file ZIP dari akun WhatsApp yang dibeli dan mengubahnya filenya ke format TXT,” terang Sunarto.
3. Mampu Jual 50 Ribu Akun Sehari
BACA JUGA:Pengen Punya iPhone tapi Budget Pas-pasan? Berikut Rekomendasi iPhone Harga 5 Jutaan
BACA JUGA:Skuter Listrik Honda EM1 e 'Curi Hati' Masyarakat Indonesia, Terjual 200 Unit Per Bulan
Pelaku jual beli akun WhatsApp ini mampu meraup keuntungan yang cukup menggiurkan.
Dimana mereka mampu menjual hingga 50 ribu akun dalam sehari ke pembeli di luar negeri.
Salah satu negara yang membeli akun tersebut adalah China. Harga per akun dibandrol senilai Rp 3.100, dengan keuntungan Rp 100 per akun.
Total keuntungan yang bisa dikantongi pelaku mencapai Rp 5 juta per hari.
BACA JUGA:Ngaku Bisa Gandakan Uang, Dukun Gadungan di Belitang Diamankan, Begini Modusnya
BACA JUGA:Viral Video Sopir Dipalak Diwilayah Perbatasan Sumsel dan Lampung, Ini Langkah Polsek Mesuji
“Pelaku ini mengaku mampu menjual kurang lebih 50 ribu akun WhatsApp milik orang lain di setiap harinya dengan keuntungan Rp 5juta per hari,” terangnya.
4. Pengakuan Otak Komplotan
NOF yang ditangkap sebagai otak dari komplotan jual beli akun ini mengaku merekrut para karyawannya yang tak lain merupakan tetangganya sendiri. Para pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka itu direkrut via telepon.
“Mereka adalah tetangga saya. Ada yang tetangga di kampung saya Lahat, ada juga yang tetangga rumah di Sematang Borang. Semuanya saya rekrut melalui telepon,” ujar NOF kepada polisi, Selasa 30 April 2024.
BACA JUGA:Jalan Talang Mandung Telah Diperbaiki, Warga Berterima kasih