Kuntau, Warisan Bela Diri Melayu yang Tetap Hidup di Muba

Minggu 13-07-2025,07:42 WIB
Reporter : Dodi
Editor : Dodi

Meski telah lanjut usia, keduanya masih aktif mengajarkan ilmu bela diri ini kepada para pemuda di desa mereka.

BACA JUGA:Kejurprov Esports 2025 Resmi Dibuka, Ratusan Atlet Muda Unjuk Gigi di Muba

BACA JUGA:Tiga Raperda Strategis Dibahas, Sekda Sumsel Serap Aspirasi Fraksi untuk Pembangunan Inklusif

Rusli Damai telah belajar dan mengajarkan kuntau sejak tahun 1950-an. 

Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemkab Muba atas perhatian dan dukungan terhadap pelestarian kuntau.

“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah atas upaya membangkitkan kuntau. Semoga ke depan, seni ini bisa kembali berkembang di seluruh kecamatan di Muba,” tuturnya penuh harap.

Rusli berharap lebih banyak ruang bagi kuntau untuk ditampilkan dalam kegiatan masyarakat, seperti halnya di masa lalu. 

BACA JUGA:Retret Laskar Pandu Satria Sukses Digelar, Gubernur Sumsel Berharap Tumbuh Calon Pemimpin Bangsa

BACA JUGA:Hingga Bulan Juni 2025, Baznas Muba Berhasil Realisasikan Bedah Rumah Sebanyak 25 Unit

Ia yakin, melalui partisipasi aktif dari pemerintah dan masyarakat, kuntau akan kembali bersinar dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari identitas budaya Muba.

“Kalau terus kita tampilkan dan ajarkan, kuntau tidak akan hilang. Ini warisan yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya.

Kategori :