Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Muara Enim, Arie Jonathan, menegaskan komitmen daerah untuk mempercepat pembebasan lahan.
“Kalau lahan tidak segera dibebaskan, harga akan terus naik dan progres pembangunan bisa melambat. Padahal jalan tol ini sangat vital bagi logistik dan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Dari sisi masyarakat, harapan besar juga datang dari Lubuk Linggau.
Malik, seorang warga yang rutin berdagang ke Bengkulu, menyebut proyek tol lintas provinsi itu akan sangat membantu aktivitas ekonomi warga.
BACA JUGA:Kontingen Lubuklinggau Disambut Hangat, Porprov Sumsel XV Siap Dibuka di Muba
“Kalau tol ini jadi, waktu tempuh bisa separuhnya. Ongkos transportasi berkurang, kami bisa lebih sering kirim barang,” tuturnya penuh semangat.
Meski empat ruas telah masuk PSN, harapan untuk tol Muara Enim–Lahat–Lubuk Linggau masih tertahan.
Kepala Dinas Perkimtan Kabupaten Lahat, Limra Naupan, berharap pemerintah pusat tetap memperjuangkan proyek ini.
“Jalur Jalintengsum makin padat, kendaraan batu bara terus bertambah. Tol ini bisa jadi solusi kemacetan dan membuka jalur ekonomi baru,” katanya.
BACA JUGA:Dorong SDM Kuliner Unggul, Ketua TP PKK Muba Hj. Fatimah Toha Buka Pelatihan Sertifikasi Chef BNSP
BACA JUGA:Lenovo Legion Y70: Smartphone Gaming Gahar, Performa Flagship Harga Bersahabat
Dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sekda H. Asmar Wijaya menyampaikan apresiasi atas kepastian berlanjutnya proyek Tol Kayuagung–Palembang–Betung.
“Ini membawa optimisme besar bagi masyarakat, terutama petani dan pelaku usaha di kawasan timur Sumsel. Infrastruktur ini bukan hanya mempersingkat jarak, tapi juga membuka peluang ekonomi baru,” ujarnya.