Berbuka dengan kurma adalah sunnah Rasulullah SAW. Meski rasanya manis, gula dalam kurma bersifat alami. Bagi penderita diabetes, konsumsi kurma cukup 2–3 butir agar tetap aman.
BACA JUGA:Pemprov Sumsel Perketat Aturan Lalu Lintas Sungai Usai Tongkang Senggol Siring Batanghari Sembilan
BACA JUGA:Kuota Haji 2026 Turun, 7.036 Jemaah Berangkat dari Embarkasi Palembang dalam 16 Kloter
Padukan dengan teh hangat tanpa gula untuk membantu tubuh beradaptasi setelah seharian berpuasa.
4. Air Kelapa Segar
Air kelapa memiliki indeks glikemik yang relatif rendah dan mengandung elektrolit alami. Kandungan seratnya juga membantu memperlambat penyerapan gula dalam darah.
Namun tetap perhatikan porsi dan pilih air kelapa murni tanpa tambahan gula.
BACA JUGA:Mudik Lebaran 2026 Makin Lancar, 6 Ruas Tol Baru Dibuka Gratis Secara Fungsional
BACA JUGA:Isuzu 9-Seater 2026, MPV Diesel 9 Penumpang yang Siap Jadi Andalan Travel dan Keluarga Besar
5. Ubi Ungu Kukus
Sebagai sumber karbohidrat kompleks, ubi ungu memiliki indeks glikemik rendah serta kaya antioksidan. Ubi ungu kukus bisa menjadi pengganti nasi putih dan dipadukan dengan tahu rebus atau sayuran.
Selain mengenyangkan, menu ini juga membantu menjaga kestabilan gula darah.
6. Nasi Merah Lebih Berserat
BACA JUGA:Dari Jalan Tanah ke Beton, Jalan Simpang Sari–Bandar Jaya Kini Jadi Nadi Ekonomi Baru Muba
BACA JUGA:Jelang Mudik Lebaran 2026, Perbaikan Tol Kayuagung–Palembang Dikebut, Begini Perkembangannya
Nasi merah mengandung serat lebih tinggi dibanding nasi putih, sehingga proses penyerapan gula dalam tubuh berlangsung lebih lambat. Ini membantu mencegah lonjakan gula darah setelah berbuka.