Meski Bisa Membuat Senang, Ternyata Ini Dampak Buruk Sering Memuji Anak

Meski Bisa Membuat Senang, Ternyata Ini Dampak Buruk Sering Memuji Anak

Meski Bisa Membuat Senang, Ternyata Ini Dampak Buruk Sering Memuji Anak--

HARIANMUBA.COM - Pujian adalah salah satu bentuk afirmasi positif yang dapat menyenangkan hati dan membangkitkan semangat seseorang, termasuk anak-anak.

Namun, ternyata ahli tidak merekomendasikan orang tua untuk terus-menerus memuji anak. Apa alasannya?

Melansir dari Psychology Today, Dr. Jim Taylor dari University of San Francisco mengungkapkan bahwa pujian ternyata mampu mengganggu dan merusak perkembangan anak.

Dr. Taylor menyebut, pujian seperti "Kerja bagus!", "Bagus sekali!", atau "Kamu hebat" cenderung tidak memberikan dampak positif apapun bagi anak.

BACA JUGA:Ayo Saksikan Debat Calon Bupati dan Wakil Bupati Muba! Begini Caranya

BACA JUGA:Jangan Dianggap Sepeleh, Ini Hukum Hutang Piutang dalam Islam dan Azabnya Jika Tidak Melunasi

"Itu adalah contoh pujian yang malas, tidak berguna, dan merugikan," kata Dr. Taylor, dikutip Jumat (25/10/2024).

Menurut Dr. Taylor, tiga contoh kalimat tersebut tidak spesifik karena tidak menjelaskan kepada anak apa hal baik yang berhasil dilakukan.

Selain itu, "Kerja bagus!" cenderung menunjukkan bahwa pujian berfokus pada hasil, bukan prosesnya.

Maka dari itu, orang tua disarankan untuk mengganti kalimat "Kerja bagus!", "Bagus sekali!", atau "Hebat sekali" menjadi "Usaha bagus!", "Kamu bekerja sangat keras dalam mempersiapkan diri untuk ujian ini," hingga "Kamu tadi sangat fokus selama pertandingan," karena berfokus pada proses bekerja anak.

BACA JUGA:Sukses Terapkan Program Desa Cantik, Dinas Kominfo Muba Jadi Tempat studi tiru

BACA JUGA:Ketua Komwil Forsesdasi Sumsel Apriyadi Serukan Ajakan Netralitas Jelang Pilkada 2024

"Anak-anak tidak perlu dipuji 'Kamu hebat' ketika mereka berhasil melakukan sesuatu dengan baik. Sebab, itu sudah jelas dengan sendirinya," jelas Dr. Taylor.

"Anak perlu diberi tahu mengapa mereka melakukannya dengan baik sehingga proses itu bisa dilakukan kembali di masa depan demi mendapatkan hasil positif yang sama," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: