BPOM Temukan Lonjakan Penyalahgunaan Ketamin, Ternyata Ini Dampak Buruknya

BPOM Temukan Lonjakan Penyalahgunaan Ketamin, Ternyata Ini Dampak Buruknya

BPOM Temukan Lonjakan Penyalahgunaan Ketamin, Ternyata Ini Dampak Buruknya--

HARIANMUBA.COM - Kasus penyalahgunaan ketamin kini menjadi perhatian serius Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM).

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meningkatkan pengawasan khusus terhadap distribusi zat ini.

Langkah tersebut dilakukan setelah ditemukan adanya pelanggaran dan penyimpangan, baik di fasilitas distribusi maupun pelayanan kefarmasian.

"Obat keras ini harus pakai resep dokter, harus diawasi. Tidak sembarangan dokter mengeluarkan. Harus jelas ditujukan ke siapa dan digunakan dimana," kata Taruna.

BACA JUGA:Tak Perlu Cat Rambut, Begini Cara Menutupi Uban dengan Memanfaatkan Bubuk Minuman

BACA JUGA:Terbuat Dari Santan dan Gula Merah Cemilan Manis Ini Bisa untuk Ide Jualan

Pengawasan yang lebih ketat ini diharapkan dapat meminimalkan risiko penyalahgunaan ketamin di tengah masyarakat.

Apa Itu Ketamin?

Dikutip dari Alcohol and Drug Foundation, ketamin adalah obat bius yang lazim digunakan oleh tenaga medis dan dokter hewan.

Ketamin memiliki fungsi penting dalam dunia medis, khususnya untuk prosedur anestesi. Namun, penggunaannya tidak lepas dari potensi penyalahgunaan.

BACA JUGA:Hadapi Myanmar Shin Tae Yong Percaya Diri, Ada Peluang Menang

BACA JUGA:Hadiri Coffee Morning Hari Anti Korupsi 2024, Pj Bupati Muba Tegaskan Komitmen Antikorupsi

Ketamin sering disalahgunakan secara ilegal untuk tujuan rekreasional. Penyalahgunaan ini dapat mengakibatkan efek samping berbahaya, mulai dari gangguan psikologis hingga ancaman kesehatan serius.

Sebagai obat disosiatif, ketamin dapat memengaruhi kesadaran seseorang, menciptakan perasaan terlepas dari tubuh, serta memicu halusinasi yang menyerupai efek psikedelik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: