PANGKALAN BALAI,HARIANMUBA.COM - Pemerintah Kabupaten Banyuasin belum lama ini menggelar kegiatan telang mengaji.
Kegiatan ini dilaksanakan di Halaman Masjid Al-Anwar Islamic Center KPB Telang, Desa Muliasari, Kecamatan Tanjung Lago.
Dalam acara yang dihadiri langsung dihadiri Bupati Banyuasin, H Askolani mengundang penceramah Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj.
Kegiatan Telang Mengaji merupakan salah satu program Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin melalui Gema (Gemar Menuntut Amal) dan Banyuasin Religius.
BACA JUGA:Herman Deru : Safari Jumat Jadi Sarana Mendengar Aspirasi Masyarakat
BACA JUGA:Senator Muda Asal Bengkulu Desak Kementrian PUPR Lanjutkan Pembangunan Tol Bengkulu - Lubuk Linggau
Selain itu bertujuan untuk mensukseskan visi misi Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam menjalankan semua program-program yang telah dicanangkan selama ini.
Dihadapan seluruh yang hadir, Bupati Banyuasin, H. Askolani SH.,MH menyampaikan jika gelaran ini merupakan wadah silaturahmi.
Untuk dapat mempererat dan menumbuh kembangkan ukhuwah islamiyah.
Kegiatan semacam ini menurut Askolani bisa jadikan sebagai momentum pengkajian diri dan peningkatan kesadaran spiritual tentang makna dari diri kita di muka bumi ini yang pada akhirnya dapat memperteguh komitmen moral yang kuat.
BACA JUGA:Begini Ciri-ciri Pengguna Narkoba Versi Kapolda Sumsel Irjen Pol A Rachmad Wibowo
BACA JUGA:Jika Sudah Ada Tol, Jarak Tempuh Palembang - Jambi Diprediksi Hanya 3 Jam Saja
“Melalui Telang Mengaji semoga kita semua hari ini bisa mendapatkan manfaat dan barokah terutama untuk masyarakat Kecamatan Tanjung Lago," jelasnya.
"Alhamdulilah ditahun 2023 ini Presiden Republik Indonesia akan membangun pelabuhan internasional yang melewati Tanjung Lago dan juga membangun jalan tol, mudah-mudahan Kecamatan Tanjung Lago menjadi Kecamatan termaju di Kabupaten Banyuasin. Harapannya semoga seluruh masyarakat tetap hidup guyub, aman dan tenteram,” ucapnya.
Sementara itu, dilanjutkan Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA dalam ceramahnya mengajak masyarakat Kabupaten Banyuasin untuk membina anak-anaknya, memasukkan mereka ke sekolah pesantren agar mendapatkan banyak manfaat, mendapatkan keseimbangan ilmu antara ilmu dunia dan akhirat serta membangun mental peserta didik yang kuat terutama agar anak terhindar dari pergaulan bebas, membenci maksiat dan paling utama memiliki akhlak mulia.