BKKBN Ingatkan Dampak Buruk Stunting Bagi Masa Depan Indonesia

Himbauan Pencegahan Stunting--
BACA JUGA:Muba Bakal Jadi Tuan Rumah Korwil LDII Se Sumsel, Ini Jadwalnya
Teguh menyebut peran TNI, Polri, perusahaan swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) hingga mitra kerja BKKBN lainnya yang sangat solid dalam mendukung program percepatan penurunan stunting.
Teguh juga mengemukakan tentang Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PPK) 2023 yang berlangsung selama satu bulan dari 1 - 31 Juli. Hasil PPK 23 tidak hanya digunakan untuk kepentingan program Pembangunan Kekuarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kecana) saja, tetapi juga dipakai untuk melakukan intervensi, salah satunya dalam hal kemiskinan ekstrem dan program terkait lainnya.
Sementara itu, Walikota Cilegon, Helldy Agustian, dalam kesempatan itu mengatakan bahwa Kota Cilegon pernah meraih peringkat pertama terbaik capaian prevalensi stunting tingkat Provinsi Banten tahun 2022 lalu.
Saat itu prevalensi stunting kota tersebut berada di posisi 18 persen (1.146 anak) dari 24 persen di 2021.
Percepatan penurunan stunting di Kota Cilegon bisa terjadi, menurut Helldy, karena dukungan kuat para pengusaha. Pada 2022 terdapat 295 industri di Kota Cilegon, 100 industri di antaranya adalah perusahaan asing.
BACA JUGA:Wilayah Lain Dibenahi, Lampu PJU di Jalan Antar Kecamatan Ini Bertahun-Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
BACA JUGA:Pemkab Muba Bakal Gandeng STIKES Abdurahman Palembang, Dalam Upaya Kembangkan SDM Kesehatan
Helldy mengakui tak mampu menyelesaikan masalah stunting tanpa kesertaan banyak pihak. "Banyak CSR bantu kami. Kami bekerja sebagai super tim, bukan Superman," jelas Helldy.
Sementara Komandan Pangkalan TNI-AL Banten, Kolonel Laut (P) Dedi Komarudin, SH melaporkan beberapa kegiatan yang menyertai acara Temu Jawara dan Pelayanan KIE-KB. Salah satunya berupa pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
Menurut Nurhayati M.Pd, Pokja Pelayanan KB Perwakilan BKKBN Banten, terdapat 55 akseptor MKJP yang mendapat pelayanan KB gratis di lokasi acara, di antaranya 43 akseptor implan dan 13 akseptor IUD. Juga dilayani pemeriksaan papsmear terhadap 30 orang.
Saat kegiatan akbar Pelayanan KB Sejuta Akseptor, beberapa waktu lalu, dalam rangka menyongsong Harganas 2023, Kota Cilegon, mencatatkan prestasi dengan menjaring 91.573 akseptor atau 133,97 persen dari target, sebanyak 159,95 persen merupakan akseptor IUD, implan, Metode Operasi Wanita (MOW), dan Metode Operasi Pria (MOP).
BACA JUGA:Terima Audensi Pengurus PCNU Muba, Ini Pesan PJ Bupati Muba
"Pelayanan serentak dalam rangka acara Temu Jawara ini dilakukan di delapan kabupaten/kota. Sebanyak 800 akseptor MKJP (implan dan IUD) menjadi target kami," jelas Nurhayati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: