Muba Tunjukkan Kepemimpinan Global dalam Pertanian Lestari dan Rantai Pasok Karet Berkelanjutan
Muba Tunjukkan Kepemimpinan Global dalam Pertanian Lestari dan Rantai Pasok Karet Berkelanjutan--
HARIANMUBA.DISWAY.ID — Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus meneguhkan komitmennya dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan dan meningkatkan daya saing petani lokal di kancah global.
Di bawah kepemimpinan Bupati H. M. Toha, SH dan Wakil Bupati Kyai Rohman, Muba tampil aktif dalam dua forum penting: Dialog Teknis Regional ke-3 (RTD#3) dan Dialog Yurisdiksi Komoditas Karet.
Keterlibatan Muba dalam dua forum bergengsi tersebut membuktikan bahwa kabupaten ini bukan sekadar pelaku lokal, melainkan pemain penting dalam gerakan pertanian ramah lingkungan dan ketertelusuran komoditas di tingkat internasional.
Dalam Dialog Teknis Regional ke-3 yang digelar secara daring pada 23 Juli 2025, Muba berpartisipasi melalui Dinas Perkebunan dan Dinas Lingkungan Hidup.
BACA JUGA:Simpan 36 Paket Sabu di Pinggir Sungai Musi, Warga Sukarami Ini Diciduk Polisi
BACA JUGA:Polsek Bayung Lencir Bekuk Satu Pelaku Curat, Dua Komplotannya Masih Buron
Forum ini menjadi bagian dari inisiatif Sustainable Agriculture for Forest Ecosystem (SAFE) yang diikuti oleh negara-negara ASEAN, Papua Nugini, dan mitra global lainnya dengan dukungan Uni Eropa dan Pemerintah Jerman.
Topik utama yang dibahas mencakup tantangan penerapan regulasi European Union Deforestation Regulation (EUDR), peningkatan kapasitas petani, legalitas lahan, hingga penggunaan teknologi seperti e-STDB dan sistem geolokasi untuk mendukung transparansi rantai pasok.
Bupati Muba, H. M. Toha, menegaskan bahwa partisipasi ini merupakan cerminan visi daerah untuk tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga pelaku aktif dalam sistem pertanian global yang berkelanjutan.
“Kami ingin petani Muba menjadi subjek yang berdaya saing, bukan sekadar objek. Pertanian harus legal, tertelusur, dan ramah lingkungan,” ujar Bupati Toha.
BACA JUGA:Warga Geger! Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Depan Pabrik Padi di Tebing Bulang Sungai Keruh
BACA JUGA:Gubernur Herman Deru, Siswa SMK OKU Harus Jadi Wirausahawan Muda yang Kreatif dan Berintegritas
Tak kalah strategis, Dialog Yurisdiksi Komoditas Karet yang berlangsung di Sekayu pada 9–10 Juli 2025 juga menjadi panggung penting bagi Muba.
Acara ini diselenggarakan oleh PUKL Muba bersama Solidaridad Indonesia, TFA, IBCSD, PISAgro, dan CSP, dengan tema “Mendorong Keberlanjutan Karet Indonesia melalui Ketertelusuran dan Inklusi Petani.”
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: